Jetbus Setra

jetbus-SETRA-1
setra top class 2014
setra top class 500

Beberapa waktu yang lalu produsen bis asal Jerman, Setra merilis produk baru untuk line up tertingginya Top Class series. Di saat yang sama, ada sebuah karoseri lokal yang menjadikan model-model produk setra ini sebagai kiblatnya ‘diharapkan’ sedang dalam masa rilis desain baru. Tak lain adalah adi putro, karoseri bis asal Malang yang line up produknya sangat dipengaruhi oleh desain Mercedes group (travego, setra) sedang digadang-gadang menelurkan desain baru setelah sekian lama hanya berkutat pada minor change model jetbus/travego saat ini. Tak kurang dari 3x face off pada model travego sejak pertama kali diluncurkan dengan wajah depan marcopolo. Berturut-turut facelift menjadi new marcopolo, jetbus dan yang terkini jetbus2 dengan headlamp LED fiber optiknya, tetap masih dengan mempertahankan pilar lengkung khas travego.

wallpapers_setra_300_series_1992_1_b
setra 300

 

setra top class 400
setra top class 400

Dengan kemunculan desain baru Setra topclass semoga bisa menjadi perubahan besar pada model karoseri bus Indonesia. Hal ini mengingat pengalaman waktu yang lalu (95an dan 2002) saat kemunculan model setra menjadi booming versi lokalnya. Bila karoseri AP berani mengaplikasikan model top class ini, di belakangnya pasti akan di ikuti oleh karoseri lain dan akhirnya akan jadi trend model untuk beberapa tahun mendatang.

Berikut gambaran penulis bila slendang setra top class diterapkan pada model jetbus adiputro saat ini, sebagai alternatif model evolusi jetbus yang juga telah kami buat sebelumnya di SINI.

Colorfull Bus

Muji Jaya. Salah satu pelopor striping warna warni

Warna cat striping/livery sebuah bis bertujuan menjadi ciri atau penanda yang berfungsi untuk membedakan dari perusahaan lain, selain tulisan yang terpampang di bodi tentunya. Ada owner bis yang begitu konsisten dengan 1 jenis warna striping demi keseragaman tapi sebaliknya ada pula yang menyukai keberagaman, masing-masing bis dibuat berbeda baik warna maupun motifnya. Tidak ada yang salah atau benar dari 2 tipe owner seperti ini, masing-masing dengan plus minusnya.

karya jasa_seragam
karya jasa_seragam

Mengakhiri trend livery bus photo realistic dengan stiker wrap yang saat ini sudah mulai ditinggalkan. Trend beberapa tahun belakangan ini masih sama, colorfull. Tengoklah setiap akhir pekan di sentra parkir wisata. Warna-warna mencolok, berani ditaburkan dalam baju-baju hasil kreasi karoseri Indonesia yang juga makin menawan. Warna baju yang segar dan menarik ini memang sebuah magnit yang membuat siapapun menengok.Efeknya, tampilan segar dan cerah seringkali menghipnotis para pengguna/pecinta bis untuk menumpanginya bahkan pun sekedar untuk berfoto. Hal ini tentu tidak diacuhkan begitu saja oleh perusahaan pengelola bus.

 

Dari awal memang ada yang sudah bermain dengan bus warna-warni (bus Muriaan:muji jaya, shantika, subur jaya) bahkan bisa dikatakan mereka lah yang menyuburkan trend ini. Beberapa perusahaan otobus (PO) yang sebelumnya seragam dalam hal warna armadanya pun, saat ini sudah mulai mengikuti trend warna variatif ini. Meskipun bermacam-macam warna, sebagai benang merah antara armada satu dengan yang lain tetap dibuat dengan motif/tema striping yang sama. Dengan cara ini, kejenuhan terhadap armada yang seragam dapat diminimalisir dengan tetap menampilkan ciri khas dari PO tersebut. Hal ini dapat menjadi titik tengah dari 2 tipe pemilihan warna bus, beragam vs seragam.

Muji Jaya. Salah satu pelopor striping warna warni
Muji Jaya. Salah satu pelopor striping warna warni
Shantika. Kejayaannya saat itu memicu trend warna-warni ini
Shantika. Kejayaannya saat itu memicu trend warna-warni ini

Berikut ini beberapa hasil konsep kami tentang striping warna ‘BERAGAM’ yang sudah dapat ditemui wujudnya di jalanan. Mungkin dari gambar-preview ini tipe dan model varian bodi bus bisa berbeda namun stripingnya sama.

 

#bus pariwisata, laksana, all new legacy sky, jetbus, SR-1

LOGO BUS, behind the scene

new legacy sr1
new legacy sr1
new legacy sr1

Berawal dari banyaknya pertanyaan yang masuk ke meja redaksi, cieee…yang intinya nanyain logo ini pake font/tulisan jenis apa, logo itu pake font tipe apa? Mari kita kupas sedikit tentang logo.

Apa itu logo? dah pada tahu pasti kan, ya? Gampangnya adalah lambang, simbol yang mewakili sesuatu perusahaan ataupun organisasi. Sebuah logo diciptakan sebagai identitas agar unik dan mudah dibedakan dengan perusahaan pesaing. Hanya dengan melihat logo/simbolnya saja, sudah bisa tergambarkan dari mana suatu produk itu berasal.

Nah, berhubung salah satu fungsinya sebagai pembeda/agar tidak mudah ditiru maka kadang logo dibuat tidak hanya dengan memilih jenis font/tulisan yang bagus saja tapi juga masih dimodikasi sehingga tidak persis sama plek dengan font asalnya. Bahkan ada beberapa kasus yang dibuat secara manual.

Berikut ini beberapa contoh logo/emblem varian yang tertempel pada pada badan bus buatan karoseri laksana beserta asal mula jenis font yang digunakan.

BRT Trans Musi Palembang

cityline_TRANSMUSI-2013-B

cityline_TRANSMUSI-2013-B

Jakarta bukan satu-satunya kota yang memiliki BRT (Bus Rapid Transit) di Indonesia. Salah satu kota yang tersukses menerapkan BRT selain Jakarta adalah kota Palembang. Kalau BRT di Jakarta disebut Trans Jakarta, di Palembang disebut Trans Musi. Saat ini trans musi terdiri atas 8 koridor. 6 Koridor melayani rute dalam kota, sementara 2 koridor melayani rute khusus megapolitan Patunglaya (Palembang, Betung dan Indralaya). Tarif untuk rute dalam kota adalah Rp4.500 sementara tarif untuk rute khusus adalah Rp7.500.

Untuk Armada, semenjak akhir 2012 trans musi sudah memiliki 120 bus. Direncanakaan akan ditambah 60 bus lagi pada 2013 ini. Sehari trans musi mengangkut sekitar 20.000 penumpang dan beroperasi dari pukul 06.00-21.00 WIB. Ke depannya trans musi diharapkan beroperasi hingga pukul 22.00 WIB

Seperti apa penampakan bus trans musi? Berikut ini beberapa gambar trans musi, ‘busway’ nya Palembang

transmusi cityline

Transmusi penumpang

Artikel: Arifdoank kaskus (dengan perubahan seperlunya)

SAN BATIK

SAN-scorX-EDIT-batik-2

bus-san-baru
Kejenuhan kadang hadir saat suatu hal bersifat rutin dan monoton. Begitu pula dengan armada bis Siliwangi antar Nusa. Bis asal Bengkulu ini dalam beberapa tahun terakhir tiap berganti armada selalu menggunakan model legacy SR-1 dengan balutan warna keemasan dominan polos.Keseragaman armada saat tampak di garasi ternyata menggugah ide ‘Big Bos’ untuk menampilkan satu hal baru. Varian model karoseri, jenis sasis serta tampilan cat eksterior pun langsung kena sentuhan.
snapshot_tabot3

Kurnia Lesani Adnan, sang putra mahkota yang kebagian mengkomando pun punya 1 tema yang harus diwujudkan, tampilan ciri khas bengkulu. Berbagai referensi pun dikumpulkan dan ada beberapa item yang banyak dikenal sebagai maskot kota yang terletak di pantai barat P Sumatra ini. Diantaranya bunga raflesia, benteng marlborough, tradisi tabot, dan batik basurek. 3 hal pertama akhirnya dicoret dari tampilan gambar, bahkan motif batik basurek pun mendapat revisi, pada motif aslinya batik ini menonjolkan icon raflesia yang menjadi icon Bengkulu namun dengan inisiatif penulis akhirnya diganti dengan icon coconut tree. Pasti tahu kan sebab bunga raflesia dihilangkan dari tampilan bis ini? Yup, icon sang kompetitor Bro :D
snapshot_pola-batik

Setelah berproses dengan beberapa revisi desain, rampung sudah balutan batik yang menghiasi bagian samping belakang bus SAN eksekutif (warna gold) ini. Model pertama yang didaulat pake warna baju baru ini adalah scorX Tentrem karena jadwal pengecatan lebih dulu dibanding unit legacy SR 1 premium yang datang belakangan. Penampakan unit-unit san batik ini pun telah dapat dinikmati di jalur Jakarta-Bengkulu yang menjadi tugas utama pengantaran penumpang yang diemban bis-bis baju baru ini.

NEW-sky--SAN-batik-REV-up

Dengan balutan desain motif batik besurek menunjukkan bahwa SAN sebagai perusahaan asli Bengkulu namun berkelas nasional tidak melupakan kebudayaan daerah asalnya dan ikut serta mempromosikan kain khas Bengkulu tersebut.

 

jetbus new Sprinter

with travego backlamp

jetbus

Model bus baru yang didominasi produsen adi putro dengan jetbus-nya berefek pada monotonnya pemandangan di jalan. Jetbus dan jetbus lagi :D. Sejak pertama launching pada arena IIMS 2011, hingga saat ini sudah mendekati 2 tahun dan tentu sudah ribuan armada menjejali jalan raya. Dengan kuota produksi di kisaran 2000-an unit lebih per tahun menjadikan varian ini produk sejuta umat. Karena hal itu pula maka beberapa owner bus berinisiatif memberikan ciri khusus pada bis yang dipesannya untuk membedakan dengan varian jetbus lainnya. Ada beberapa sebutan yang sering kita jumpai misalnya, super jetbus (po. subur jaya), erobus fd (po. efisiensi), sp jetbus, jetbus +, jetbus star dan lainnya.  ‘Varian’ tersebut sebenarnya lebih kepada gimmick marketing untuk meningkatkan image special untuk armada2 po tersebut. Secara kebetulan, 2 nama po yang disebut pertama juga adalah pedagang bis. Dari produsen resminya sendiri untuk big bus hanya mengeluarkan varian Hi Deck (HD) & non HD, masih dengan badge royal coach.

Berkaca pada hal tersebut bisa diindikasikan bahwa sebenarnya konsumen mulai menginginkan varian baru yang tidak lagi pasaran. Tentu masih dengan standard produksi yang sama, dengan badge adi putro yang begitu menghipnotis dengan image produk kelas atasnya.

The-Setra-ComfortClass-500-13

Bertepatan dengan kemunculan produk baru ComfortClass dari SETRA, produsen karoseri bis asal negeri Bavaria. Setra maupun model travego (MB) yang merupakan kiblat model dari AP cukup bisa menjadi referensi. Untuk membuat varian baru dari jetbus tidak perlu mengganti total rancang bangun yang ada, cukup minor change di beberapa bagian yang menjadi titik identitas sebuah model bus. Dengan sentuhan di beberapa sektor tersebut sudah membuat tampang baru tanpa perlu riset berlebih. Dengan kata lain dari segi waktu bisa cepat dan tentu dari sisi biaya juga ringan.

jetMbus minor change

Bagian yang dimodifikasi:

  1. Sektor pintu depan beserta pilar B

Garis kaca pintu depan kembali ke era model sebelumnya, setra selendang & sprinter. Variasi 3d selendang cukup berhenti pada titik pertemuan dengan garis chrome bawah kaca, di atas logo RCE.

  1. Sektor Cowl belakang

Ada 2 opsi untuk penggunaan brakelamp; lampu original jetbus atau model vertikal aeroqueen dengan sirip-siripnya. Lampu kucing pada bumper dibuat standar seperti model legacy sky.

  1. Sektor kaca samping SW5 (kaca paling belakang)

Tambahan aksen terusan warna hitam yang meneruskan garis chrome bawah kaca. Cukup memainkan metode cat tanpa harus membuat stok kaca yang baru.

NB: Gambar-gambar konsep varian NEW SPRINTER ini hanya wujud khayalanku saja. Hasil pengembaraan fantasi akan sebuah kecintaan pada dunia otobis.  Dengan kata lain tidak ada dalam dunia nyata.

Zonda Super Touring

Win_zonda-touring-stripe

Zonda, nama yang diberikan pada bus racikan Satrio Motor. Bengkel rehab bis asal  Kota Magelang ini cukup gape dalam merehab wajah sepuh armada lawas menjadi lebih segar menyerupai produk besutan karoseri baru. Hasil garapannya cukup halus dan agak susah dibedakan dengan produk aslinya.

foto: haltebus
Zonda scorpion holiday / foto: haltebus

Strategi yang dipilih Mas Win (Winarno) cukup pintar, mendandani bus lama menjadi seperti produk karoseri yang sedang booming saat ini, model jetbus adi putro. Dari sisi ekonomi, resikonya cukup minim, dipastikan laris. Lagipula untuk menelurkan produk baru tidak semudah yang disangka, butuh riset dan kejelian terhadap selera pasar dan keberanian yang tinggi. Untuk karoseri kecil cukup merepotkan, antara standar model yang dikeluarkan dengan keinginan kastemer seringkali tidak sejalan yang ujung-ujungnya rikues custom di sana-sini yang malah bisa melenceng dari model asal. Jargon pembeli adalah raja sangat berlaku, dalam hal custom model loh, ya. Bahkan untuk karoseri sekelas Morodadi Malang pun keinginan custom desain dari pembeli dilayani meski terbatas untuk pelanggan.

jetbus adi putro /foto: zaki
jetbus adi putro /foto: zaki

Untuk beberapa lama, bengkel karoseri yang digawangi Bp. Winarno Achmad ini tidak merilis produk baru. Alternatif desain cowl belakang ini sengaja didedikasikan untuk karoseri dari Kota Tidar ini. Lampu belakang mengadopsi back lamp model scania touring, lampu yang saat ini paling eye catching dan banyak karoseri lokal memakainya (RS, Laks, NA, MP, Tentrem). Mumpung adi putro belum mengaplikasikan ke model busnya :D.

 

Bravo untuk kreator seni plat besi a.k.a bengkel karoseri lokal