Tribute to Langsung

legacy sky langsung B
sky langsung onde-onde

Dari ratusan operator bis, meskipun memakai tipe varian karoseri yang sama pasti masih tetap bisa dibedakan. Berbeda dengan mobil kecil (pribadi) yang berwarna polos, warna cat/striping/livery sebuah bis menjadi ciri atau penanda yang berfungsi untuk membedakan dari perusahaan lain, selain tulisan yang terpampang di bodi tentunya. Ada owner bis yang begitu konsisten dengan 1 jenis warna striping demi keseragaman tapi sebaliknya ada pula yang menyukai keberagaman, masing-masing bis dibuat berbeda baik warna maupun motifnya. Tidak ada yang salah atau benar dari 2 tipe owner seperti ini, masing-masing dengan plus minusnya.

Sebuah desain livery sampai menjadi desain fix yang tertuang ke dalam bodi bis (seperti yang bisa kita lihat) biasanya melalui proses panjang, paduan kolaborasi antara sang owner dengan tukang desainnya. Mulai briefing, draft desain, revisi hingga fix desain yang dirasa paling mengakomodir kedua belah pihak.

foto: Rendra Habib

Mengingat proses panjang desain livery, saya jadi teringat sebuah PO dari Kudus, Langsung. Oiya, meskipun po kecil, Langsung ini termasuk rajin update armada wisata sejak beberapa tahun belakangan ini. Penulis sempat 2 kali jadi tukang desain untuk  bus yang hendak dibelinya, berbodi legacy buatan karoseri Ungaran, Jawa Tengah. Livery pertama warna ungu tertuang pada bus legacy sky tahun lalu dan yang kedua di tahun ini yang berwarna pink pada bodi legacy limited. Warna ungu dengan motif “onde-onde” merupakan rikues dari sang keponakan kecil Beliau.

legacy-sky-langsung-a

Ada hal yang aneh ketika mencermati peristiwa yang terjadi dulu dan menghubung-hubungkan dengan yang terjadi saat ini. Unit legacy limited ini dijadwal keluar karoseri beberapa hari sebelum lebaran 19 Agustus, saat-saat karoseri mencapai peak season. Awal bulan puasa Bpk Sudiyono, sang owner pun bertandang ke karoseri untuk meng-deal-kan desain warna yang hendak dipakai. Proses diskusi hingga desain fix kali ini lumayan cepat, cukup sehari saja. Desain livery warna magenta bermotif water splashing (gbr A) dengan semburan sedikit warna putih di beberapa bagian. Beberapa hari kemudian ketika bus telah dicat sesuai desain yang telah disetujui, ‘ndilalah’ Beliau mengunjungi karoseri dan mengecek bisnya yang telah dilabur warna unyu-unyu ini.  Pak owner ini pun berniat merevisi warna tsb dan menambah sedikit bagian yang dirasa kosong. Yang perlu dicatat disini, warna semula semburat putih pun dirubah menjadi warna gelap, hitam. Meskipun berkali-kali diberi saran untuk mempertahankan desain awal, namun beliau tetap bersikukuh dengan kemauannya, mengganti warna PUTIH itu dengan HITAM.

Tibalah saat-saat lebaran, waktu semua karyawan bebas dari rutinitas kerja. Hingga seminggu setelah lebaran, ketika hari pertama masuk kerja tanggal 27 Agustus 2012 sebuah kabar mengagetkan saya terima. Sang pemilik po yang beberapa hari sebelum lebaran masih tertawa bareng, diskusi hingga adu argumen alot telah berpulang ke Sang Pencipta.

Sungguh tidak terduga, sebuah kejadian sebelumnya bisa menjadi sedikit kejadian yang menjadi tanda-tanda kepergiannya. Putih(lapang, suka) berganti hitam (sempit, sedih). Selamat jalan Pak Diyono,  gambar ini sebagai sebuah cara untuk mengenang pertemuan-pertemuan sebelumnya.

5 thoughts on “Tribute to Langsung

  1. terima kasih telah menulis tentang pak lek saya pk sudiono klo ponakan2manggile leknong…mskipn telat krn baru tahu ada artikel ttg po langsung smoga Bp sudiono almarhum dberi ketenangan &mndpt tmpt sisinya amin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s