The Dream Bus

1200px-dream-machine

Kondisi transportasi publik darat (khusus moda bus) saat ini tidak secerah era 90-an awal. Saat itu boleh dibilang dekade kejayaan transportasi moda bus . Saat ini hanya angkutan pariwisata yang masih cukup santer geliat perkembangannya.

foto: istimewa
foto: istimewa

Banyak faktor yang menyebabkan dunia bus antar kota antar propinsi (bus malam) makin sulit berjaya, diantaranya : hantaman krisis moneter ’98, kenaikan harga bahan bakar solar medio 2005, dan setelah itu ada beberapa kebijakan pemerintah yang berimbas langsung pada kondisi ini (penerbangan murah, kereta api murah serta angka penjualan kendaraan pribadi yang masif). Di samping itu kebijakan pemerintah sendiri secara tidak sadar membuat kondisi bus malam kian kembang kempis, seperti misalnya tumpang tindihnya trayek shuttle/travel jarak jauh dengan trayek bis. Seperti kita tahu, lay out terminal bis pasti makin menjauhi pusat kota, sedangkan shuttle bisa langsung menuju pusat kota. Kondisi fasilitas jalan yang kini makin padat oleh kendaraan pribadi juga ikut andil dalam menyumbang faktor minus moda bus malam dalam hal waktu tempuh. Lengkap sudah rasanya dari atas, samping dan bawah digebug barengan laksana jagoan tanpa senjata yang dikeroyok.

foto: istimewa
foto: istimewa

Ah, tapi sudahlah, miris kalau mikirin hal ini . Harapanku untuk suatu saat nanti ada pengambil kebijakan yang mengerti sekaligus mencintai moda bus ini agar bisa membalikkan kondisi yang makin hari makin tidak kondusif. Rekan dari bismania/pecinta bis adakah yang berniat ke sana? he he…
Saat ini aku hanya ingin sedikit bermimpi & berkhayal tentang beberapa operator bus daerah yang dulu cukup berjaya namun kini sebaliknya. Gambar rancang striping/livery bodi ini berusaha menguatkan kembali ciri khas mereka masing-masing tetapi dengan sentuhan baru. Model bodi bus yang dipakai adalah mainstream saat ini, ‘plesetan’ Jetbus2 yang juga adalah hasil terawangan penulis sebelumnya tentang pengganti jetbus travego, BACA DI SINI

NB: apabila ada rekan-rekan yang bekerja di PO/penggemar PO dan bahkan owner PO yang   mungkin berminat untuk mengaplikasikan ke armada PO tersebut dapat menghubungi penulis. Tidak usah khawatir dengan nominal yang akan dibebankan nantinya coz ini adalah sebagian dari rasa empati penulis kepada PO-PO tersebut.

6 thoughts on “The Dream Bus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s