Demam Hi Deck

1200px-jetliner

 

oc-500rf-2542

Sobat bislover smuah.. Akhir-akhir ini perkembangan model bis (karoseri) lokal sedang hot yang namanya bus high deck (cukup disingkat hi deck aja). Maksudnya adalah lantai bus dibuat maksimal tingginya, layaknya bis luar sono. Oiya, kita batasi pada chasis bis ori pabrikan ya, bukan modif sendiri. Dengan lantai yang lebih tinggi, tentu kapasitas bagasi meningkat drastis. Kapasitas bagasi ini sangat menguntungkan bagi pihak operator bis sebagai income tambahan dari biaya paket.Sudah jadi rahasia umum bahwa kadangkala pemasukan dari bea paket ini bahkan bisa melebihi income utama dari ongkos tiket penumpang. Sobat pernah liat kan po dari luar jawa yang di atapnya bahkan overload barang paketan, yang sebenarnya hal tsb dari sisi kaidah angkutan penumpang sudah melenceng, dari sisi safety-pun tentunya membahayakan.

max capacity, muat motor euy!
max capacity, muat motor euy!

view luas
view luas

Hal lain yang mendukung adalah dari sisi perundang-undangan yang sejak tahun 2012 tentang kendaraan, pemerintah telah menambahkan klasifikasi bis besar, bus maxi, dobel deck & gandeng. Sebelum itu, panjang total big bis (kec.gandeng) hanya maksimal 12m saja. Tentu mubazir kan jika chasis sekelas OH1836 (18 ton), OH2542 (25 ton) hanya boleh punya panjang total 12m. Karena itulah sejak beberapa tahun terakhir atpm berlomba-lomba memasukkan varian chassis maksi. Dari pabrikan MAN rilis R37, Mercedes ada varian seri 1836 & 2542, Scania dengan K360, K410-nya, Golden dragon juga meski pemberitaannya kurang gencar. Jauh sebelum itu, dulu pernah ada operator yang merombak sasis dari versi biasa ke multi axle, tapi penulis belum tahu dari segi perijinannya apakah telah lulus uji ataukah belum.

 

 

Faktor pendukung lain adalah dibangunnya jalan tol trans Jawa, yang nantinya bila udah terwujud maka dari Banten (Merak) hingga Jawa Timur (Banyuwangi) sudah terhubung jalur tol. Jalan mulus sepanjang 1000km ini tentu sangat menguntungkan bagi bus-bus berkapasitas besar (mesin & tonase).

Beberapa operator bis yang telah punya unit bus maksi (chasis maksi + HD) saat ini:
1.P Sumatera (Sempati Star, Kurnia, Pelangi, Harapan Indah) untuk divisi reguler
2. P.Jawa (Gunung Harta, Agra Mas, reguler) (Pandawa, Satria Muda, wisata)
3. P.Sulawesi (Primadona) divisi reguler.
(Sumber Alam limo & AM trans tidak dihitung karena chasis multi axle non ori).

jetbus SHD_gunung harta
jetbus SHD_gunung harta
jetbus SHD_Agra Mas
jetbus SHD_Agra Mas
jetbus SHD_prototype
jetbus SHD_prototype
jeliner_putra pelangi perkasa
jeliner_putra pelangi perkasa
discovery HD_Rep Fiji
discovery HD_Rep Fiji
bagasi max untuk bus antar kota emang sangat dibutuhkan kok
bagasi max untuk bus antar kota emang sangat dibutuhkan kok. Eits, ini cuma ilustrasi tentang kebutuhan space barang bawaan, unit bisnya gak ngeline di sini

Yang sedikit penulis rasakan aneh dari beberapa varian bis Hi Deck yang saat ini telah mengaspal adalah peruntukannya. Konsep kapasitas besar tentu lebih tepat untuk bis reguler yang mengangkut penumpang antar kota + jumlah barang/bagasi maksimal. Hal ini juga sempat diungkapkan petinggi salah satu karoseri ternama asal Malang, bahwa bis hi deck-nya memang lebih ditujukan bagi armada reguler/AKAP yang telah memiliki trayek tetap (http://bit.ly/1Ruupml).

 

Nusgem miracle & RS Skyliner
Nusgem miracle & RS Skyliner
jetbus SHD_Satria Muda
jetbus SHD_Satria Muda

 

Terapan ke divisi bis wisata tentu bukan dilihat semata karena faktor kelebihan utama seperti konsep awal, yaitu karena kapasitasnya melainkan IMHO dari sisi image wow yang rasanya lebih dominan.Siapa sih yang gak suka dengan bis premium bermesin K410, OC 2542? Bukan cuma naik bahkan sekedar narsis di sampingnya pun jadi kebanggaan tersendiri, bis keren kok. Namun bis wisata tidak butuh daya angkut barang sebanyak bis reguler. Faktor view penumpang bisa lebih tinggi sehingga lebih leluasa memandang alam dalam perjalanan? Ah, rasanya di dalam bis dengan posisi lantai lebih tinggi 30cm sekalipun tidak banyak berbeda, toh tinggi (luas) kacanya sama. –spesifikasi luasan kaca varian jetbus non HD, semi HD, bahkan Super HD-pun sama-. Malahan lebih tepat tentang konsep view luas untuk bis wisata ini ada pada model Evonext NA (kaca +/- 110cm, terluas saat ini). Terapan bis HD sebagai unit wisata tentu punya masalah, tak lain karena tingginya itu. Dengan tinggi hampir 4m, untuk rute ke daerah wisata yang notabene ada di luar kota (bahkan maaf, pelosok daerah) yang tentu banyak dahan-dahan pohon tak beraturan, tentu masalah “kepala” nyangkut sulit diatasi. Belum lagi dari segi panjang total bis (mencapai 13,5 untuk bis multiaxle) tentu radius putarnya lebih panjang yang berpengaruh untuk menaklukkan rute sempit & berliku.

innovation-fellows-landing

Tapi baiklah, aku sudahi artikel nyinyir ini. Saatnya ikut seneng coz perkembangan bis Indonesia ternyata cukup pesat. Sangat suka juga dengan kompetisi para operator bis dalam memanjakan customernya, sehingga pemandangan bis ber multi axle menjadi pemandangan umum di jalanan negeri ini (ngiri Sob kalau liat aneka chasis yang beroperasi di Amerika latin sono) tidak sampai 1 dekade ke depan.

marcopolo G7 8x2
marcopolo G7 8×2

foto-foto: istimewa dari para fotografer bis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s