Trik membedakan HD Prime dengan XHD Prime

SR2 premiere, GIIAS 2016

Dari jelajah sosmed, banyak para penggemar bis yang rupanya masih bingung membedakan varian produk flagship karoseri Laksana saat ini, SR2 Prime. Ya, versi prime sejatinya adalah diversifikasi model SR2  yang digadang-gadang bisa bertarung dengan rival beratnya asal kota Malang, Jetbus2. Segala lini telah didevelop dengan matang, butuh waktu tenaga & pikiran yang tidak sedikit hingga kalau dibandingkan dengan model sebelumnya (SR1), generasi SR2 ini boleh dibilang all new alias bener-bener total baru. Modelnya benar-benar stand out bila dibanding produk-produk karoseri lokal lainnya. Namun tidak seperti pepatah, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian…Model baru ini tetap saja masih kalah pamor dengan sang rival. Kenapa bisa begitu? Tak lain tak bukan karena tren yang saat ini diminati para pelaku perbisan adalah model kaca depan 2pieces dengan tambahan bando. Dengan berat hati para pengambil keputusan di pabriknya akhirnya berkeputusan untuk menambah “adik baru” meskipun sang “kakak” saat itu juga masih balita (bawah lima bulan he he…).

trio

Sang adik dipersiapkan dengan sedikit mengurangi idealisme dan menambah/mengakomodasi selera pasar yang berjalan. Tidak ada setengah tahun,..Ta rhaaa….lahir juga sang adik dengan hiasan bando di kepala, meski badannya masih serupa. Tak tanggung-tanggung, sekali lahir langsung kembar…namun tidak identik he he… Satu berbadan tinggi dan satunya masih sama. Sang kembar diberi nama SR2 Prime, varian tinggi = XHD, sedangkan varian standard=HD. PO yang kebagian pertama mencicipi model ini ada  Putera Mulya Wonogiri/Kra (XHD prime) dan Mtrans asal Bali (HD prime).

Nah, keluarga baru ini lah yang akhirnya diberi mandat sebenarnya untuk mengurangi dominasi sang rival yang bertahun-tahun jumawa karena nyaris tanpa tanding. Oiya, seperti kubilang sebelumnya kalau keluarga baru ini setengah kembar, makanya beberapa orang masih bingung untuk bedainnya karena sekilas kalau tidak dijejer berdua seolah sama. Tenang, kita akan kupas trik-nya satu persatu.

Tampak Depan

view depan: XHDprime Putera Mulya

Perbedaan yang kentara adalah tinggi kaca bagian atas (di atas bando) karena dari bando ke ujung bawah sama persis karena berbagi part yang sama (cowl, kaca bawah, bando). Rada susah kalau tidak dijejer secara langsung, kecuali rekan sudah sering melihat kedua varian Prime ini.

Tampak Belakang

XHDprime: Putera Mulya, HDprime: Raya

Beralih ke view belakang, secara bentuk adalah sama. Perbedaan harnya pada masalah tinggi/jarak antara kap mesin hingga lubang kisi-kisi exhaust. Bedanya kurang lebih 14cm. Ya gaperlu juga pake meteran sih, cukup perkiraan saja sudah lumayan kelihatan.

Tampak Samping

XHD: Putera Mulya, HD: Larasati

Nah, paling mudah mencari titik perbedaan si duo kembar tak identik ini memang lewat pandangan samping.  Ingat, karena perbedaan dua varian ini adalah masalah tinggi lantai sehingga berimbas ke tinggi total, maka bisa langsung kita arahkan perhatian ke garis (horisontal) nut lambung. Tepat di ujung depan di belakang pintu depan garis nat ini menukik turun, berbeda dengan versi HD yang lurus mendatar dari ujung belakang hingga ke depan. Bagian yang berbeda berikutnya, adalah tinggi panel bagasi diatas roda. Pada seri XHD lebih tinggi, HD sama dengan SR2 biasa bahkan SR1. Variasi bumerang seri XHD lebih mungil, berbeda dengan versi HD yang lebih memanjang ke belakang. Perbedaan berikutnya adalah kemiringan pilar A. Pada seri XHD relatif tidak semiring HD.

Nah, rekan sekarang sudah tidak bingung lagi kan cari titik perbedaan sang duo kembar ini?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s