SAN tiga sumbu

Tak ada kabar angin yang berhembus kencang tentang rencana armada baru dari operator bus asal Bengkulu ini. Tidak segencar penantian sang bayi jebe3 tentunya. Tiba-tiba saja publik perbisan dikejutkan dengan rilisnya unit baru berwarna emas ini. Unit baru, striping baru, chasis baru, model baru. Namun yang lebih bikin shock adalah dua hal terakhir, meh…

Ya, untuk desain striping sebelumnya model line vector yang diisi batik printing yang boleh dibilang menjadi anutan tren saat kini. Namun SAN (po. Siliwangi Antar Nusa) rupanya beralih untuk tidak mempertahannya dan memilih untuk merubah ke desain tema baru. Ya ada benarnya juga sih karena model striping paduan line vector dengan isian batik print itu sekarang ini sudah banyak banget populasinya karena digunakan oleh banyak operator bus, kebanyakan wisata. Sebutlah seperti Baladika, Zaffina, Vtransindo, Putra Raflesia, Pumas dan masih banyak yang lainnya. Jadi pemilihan motif warna eksterior memang dibuat full baru, spesial karena memang unitnya juga spesial.

Pertama kalinya po.SAN memboyong sasis bersumbu 3 made in pabrikan bintang tiga ini, menyusul sasis dari singa terbang. Sasis maxi yang menurutku “aneh” kalau dioperasikan di jalur Solo-Jkt-Bengkulu. Aneh dalam artian membayangkan kemampuan manuver bis dengan panjang hampir 14m di medan jalan sempit berkelok ria nan tak rata.  Bisa diliat di video perjalanan berikut


.

Memang sudah tidak bisa diragukan lagi kemampuan driver bis jalur ekstrim macam lintas barat Sumatera. Namun membayangkan, ya sekali lagi membayangkan bodi kinyis-kinyis menaklukkan jalur ekstrim ini kok rasanya eman-eman. Bodi bertabur lumpur, bodi baret dielus dahan pohon, bumper penyok menghantam lubang adalah konsekuensinya. Tapi semua tentu sudah dihitung plus minusnya. Dengan menerjunkan armada seharga miliaran perunitnya pada jalur maut ini tidak mungkin tanpa itung-itungan matang.

unit ready netes

Untuk model bodinya dipercayakan pada jahitan karoseri Laksana asal Kab.Semarang. Varian SR2 Prime versi lantai tinggi yang lebih dikenal dengan XHD (extra high deck) prime. Sekilas memang sama dengan varian xhdprime lain yang telah terlebih dulu muncul namun kalau kita lihat dengan teliti ada beberapa perbedaan minor. Pada bagian depan, proporsi sektor cowl depan (bumper dan sekitarnya) lebih tipis sehingga otomatis posisi bando lebih turun. Setidaknya efek halangan view penumpang ke depan akibat bando ini bisa sedikit diminimalisir tanpa banyak mengorbankan sektor estetika. Kalau dilihat dari depan proporsi bisnya sekarang jadi tambah tinggi. Untuk sektor samping hanya variasi sambungna bando yang lebih menukik karena menyesuaikan bando depan yang lebih turun. Pada bagian belakang lubang exhaust mesin menjadi begitu masif. Tambah luas untuk mengakomodasi spek dari sasis engine bertenaga 422hp ini. Namun perluasan lubang exhaust ini tak lupa diselipi garnish berwarna perak yang sedikit menutupi lubang yang menganga lebar.  Untuk bagian interiornya dilengkapi dengan sarana entertaintment berupa multimedia on demand. Penumpang bisa memutar multimedia (film,ebook dll) di gadget-nya masing-masing via wifi.  Fasilitas ini merupakan alternatif baru dibandingkan penumpang harus mengakses multimedia di monitor jok.

Demikian sekilas tentang unit baru SAN sasis 3 sumbu yang menambah meriahnya persaingan operator di tengah regulasi pembatasan usia armada yang cukup menguras otak untuk menyikapinya. Semoga dunia perbisan tetap bertahan sehingga adu sodok strategi tiap operator bis tetap bisa kita nikmati, dari balik layar, sambil ngopi….he he…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s